Buntut Kenaikan Harga Sewa Kios, Puluhan Pedagang di Pusat Perbelanjaan Ambon Plaza Gelar Aksi Demo

- 16 Mei 2024, 00:00 WIB
Sekretaris Kota Ambon, Agus Ririmasse (di sebelah kanan), mendengarkan tuntutan pedagang di pusat perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz), yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) memfasilitasi pembatalan kenaikan harga sewa kios yang dilakukan oleh pengelola PT Modern Multiguna, pada hari Rabu (15/5).
Sekretaris Kota Ambon, Agus Ririmasse (di sebelah kanan), mendengarkan tuntutan pedagang di pusat perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz), yang meminta Pemerintah Kota (Pemkot) memfasilitasi pembatalan kenaikan harga sewa kios yang dilakukan oleh pengelola PT Modern Multiguna, pada hari Rabu (15/5). /ANTARA/Penina F Mayaut/

WARTA TIDORE - Puluhan pedagang di pusat perbelanjaan Ambon Plaza (Amplaz) menuntut Pemerintah Kota (Pemkot) untuk memfasilitasi pembatalan kenaikan harga sewa kios yang dilakukan oleh pengelola PT Modern Multiguna.

Aksi demonstrasi pedagang dilakukan di Balai Kota Ambon pada hari Rabu, 15 Mei 2024 dengan tuntutan agar Pemkot memperhatikan nasib para pedagang.

Ketua Perhimpunan Penghuni dan Pengusaha Pusat Perbelanjaan (P5AP), Edison, menyerahkan pernyataan sikap yang berisi enam poin pernyataan. Poin-poin tersebut mencakup mendesak Penjabat Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, untuk berpihak kepada pedagang dan memperhatikan nasib mereka.

Selanjutnya, melakukan evaluasi dan membatalkan kontrak dengan PT Modern Multiguna karena dituduh melakukan pungutan liar (pungli) terhadap pedagang. Ketiga, meninjau kembali nilai bagi hasil dan proyeksi keuntungan dalam skema Kerja Sama Pemanfaatan (KSP).

Selain itu, perjanjian kontrak harus diaudit oleh BPKP karena dicurigai, menurunkan harga sewa kios sebesar 50 persen dari nilai pungutan liar, serta memperpanjang kontrak selama lima tahun secara gratis kepada pedagang sebagai dampak dari keadaan force majeure (kerusuhan, gempa bumi, dan COVID-19).

Menanggapi tuntutan tersebut, Sekretaris Kota Ambon, Agus Ririmasse, menyatakan akan memfasilitasi pertemuan antara pihak PT Modern Multiguna dengan perwakilan pedagang untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.

Agus menjelaskan, karena perjanjian kerjasama sudah ditandatangani, kewenangan tidak lagi dimiliki oleh Pemkot.

"Kami akan membicarakan poin-poin tuntutan tersebut, dan meminta PT Modern untuk menjelaskan mengapa terjadi kenaikan harga sewa. Kedua belah pihak harus bersama-sama mencari solusi," katanya.

Dia berharap para pedagang dapat bersabar, karena Pemkot tidak akan membiarkan permasalahan ini terus berlarut-larut.

Halaman:

Editor: Iswan Dukomalamo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah