Harga Korpa dan Fuli Alami Kenaikan di Kota Ternate, Nyoter Koenoe: Harga Kebutuhan Lainnya Juga Naik

- 16 Mei 2024, 00:00 WIB
Beberapa komoditas kopra di Maluku Utara, pada hari Rabu (15/5/2024).
Beberapa komoditas kopra di Maluku Utara, pada hari Rabu (15/5/2024). /ANTARA/Abdul Fatah/

WARTA TIDORE - Sejumlah petani di Maluku Utara (Malut) dapat bernapas lega karena harga kopra di Ternate mengalami kenaikan dari Rp8 ribu menjadi Rp9 ribu per kilogram, sementara harga fuli meningkat dari Rp215 menjadi Rp218 ribu per kilogram.

"Selain harga kopra, harga kebutuhan lainnya seperti rempah-rempah juga mengalami kenaikan," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Halut, Nyoter Koenoe di Ternate, pada hari Rabu, 15 Maret 2024.

Di Kabupaten Halmahera Utara, para petani kopra merasa senang karena harga yang dibeli oleh pengusaha terus mengalami kenaikan dari Rp8.900 per kilogram menjadi Rp9 ribu per kilogram.

Nyoter menjelaskan, selama hampir sebulan terakhir, dari 1 hingga 15 Mei 2024, harga kebutuhan masyarakat mengalami fluktuasi, termasuk untuk Bahan Pokok Masyarakat (Bapokmas) seperti rempah-rempah, sayur-sayuran, beras, gula, kacang hijau, dan lainnya.

"Kami terus memantau harga barang sejak awal hingga akhir bulan April ini, dan menurut pemantauan kami, harga Bapokmas masih fluktuatif," tambahnya.

Nyoter menyatakan, harga kopra terus mengalami kenaikan sejak berakhirnya bulan Ramadhan. Para petani sangat mengharapkan kenaikan harga ini, terutama karena proses pengolahan kopra sangat sulit, dan pengusaha kopra telah terus meningkatkan harga dalam beberapa minggu terakhir.

"Sebelumnya, harga kopra di Eli pengusaha adalah Rp8.900 per kilogram, dan kini telah naik menjadi Rp9.000 per kilogram," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Karantina Pertanian Kelas II Ternate, Willy Indra Yunan, mengatakan bahwa Provinsi Malut masuk dalam lima besar daerah penghasil kelapa di Indonesia.

"Malut termasuk dalam lima provinsi penghasil kelapa terbesar di Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, produksi kelapa Maluku Utara pada tahun 2022 mencapai 211,80 juta ton," ujarnya.

Halaman:

Editor: Iswan Dukomalamo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah