Dokumen dan Rumah Mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan Tahun 2023 di Sulawesi Selatan Disita KPK

- 20 Mei 2024, 06:55 WIB
KPK menempelkan pengumuman penyitaan di tembok rumah terdakwa Muhammad Hatta, mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan tahun 2023, terkait perkara dugaan pemerasan dan korupsi di Jalan Bumi Harapan, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Minggu (19/5/2024).
KPK menempelkan pengumuman penyitaan di tembok rumah terdakwa Muhammad Hatta, mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementan tahun 2023, terkait perkara dugaan pemerasan dan korupsi di Jalan Bumi Harapan, Kota Parepare, Sulawesi Selatan, pada Minggu (19/5/2024). /ANTARA/Dokumen Pribadi Mukhlis Ardi/

WARTA TIDORE - Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita sejumlah dokumen dan rumah setelah menggeledah kediaman mantan Direktur Alat dan Mesin Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2023, Muhammad Hatta (MH), di Jalan Bumi Harapan, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

"Dokumen yang disita tadi terkait dengan rumah ini, ada beberapa ponsel, tapi saya tidak diberi tahu pemilik ponselnya. Untuk keluarga yang diminta keterangan ada tiga orang," ujar Camat Bacukiki Barat, Ardiansyah, kepada wartawan di Parepare pada Minggu, 19 Mei 2024 malam.

Ia mengaku dipanggil penyidik untuk menyaksikan penggeledahan dan pemeriksaan dari pihak keluarga MH, terkait pengembangan kasus dugaan pemerasan dan korupsi di Kementan, yang berkaitan dengan perkara mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Saat ditanya apakah ada lokasi lain yang digeledah penyidik KPK, dia mengatakan tidak tahu, karena berdasarkan informasi penyidik, kemungkinan dalam beberapa waktu ke depan akan ada penyidik KPK yang kembali ke lokasi kedua yang terkait dengan Kecamatan Bacukiki Barat.

"Kami siap dihubungi untuk mendampingi dan menyaksikan kegiatan penggeledahan. Dokumen yang kami lihat dibawa terkait dengan rumah ini. Mungkin ada beberapa lokasi lain yang tidak termasuk Bacukiki Barat, tapi berhubungan dengan kecamatan lain," tuturnya.

Saat ditanya apakah penyidik membawa empat koper setelah menggeledah rumah itu, Ardiansyah mengatakan tidak tahu pasti, termasuk isi dalam koper yang dibawa tim KPK.

"Saya tidak tahu isi koper, apakah bahan untuk penyidikan KPK seperti kertas, laptop, atau printer. Saya melihat ada laptop, kamera, ponsel, dan printer untuk mencetak berita acara pemeriksaan yang kami tanda tangani sebagai saksi," paparnya.

Selain mengambil sejumlah dokumen di rumah tersebut, tiga orang di dalam rumah juga diminta keterangan oleh penyidik. Namun, ia tidak mengetahui persis pertanyaan yang disampaikan kepada pihak keluarga.

"Tiga orang tersebut adalah dua saudara dari Hatta dan satu orang ipar dari Hatta. Mereka tinggal di sini, termasuk orang tua Hatta. Hatta sendiri kadang-kadang ke sini," katanya.

Halaman:

Editor: Iswan Dukomalamo

Sumber: ANTARA


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah