Film Berjudul Tuhan Izinkan Aku Berdosa Bakal Tayang di Bioskop pada 22 Mei

- 19 Mei 2024, 17:48 WIB
Cuplikan adegan dalam film "Tuhan, Izinkan Aku Berdosa".
Cuplikan adegan dalam film "Tuhan, Izinkan Aku Berdosa". /ANTARA/imdb/

WARTA TIDORE - Sutradara Hanung Bramantyo kembali merilis karya film terbarunya yang bertajuk “Tuhan, Izinkan Aku Berdosa” yang terinspirasi dari novel karya Muhidin M. Dahlan dan akan tayang di bioskop seluruh Indonesia mulai 22 Mei 2024.

Film “Tuhan, Izinkan Aku Berdosa” yang tayang perdana pada Jumat, 17 Mei 2024 di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, menyajikan drama seputar perjalanan spiritual, keluarga, hingga perilaku manusia yang beragam dan menyentuh hati. Berlatar sebuah kota di Jawa Tengah, “Tuhan, Izinkan Aku Berdosa” mengisahkan tentang sosok perempuan tangguh bernama Kiran (Aghniny Haque).

Kiran merupakan mahasiswi berprestasi di salah satu kampus dan aktivis muslimah yang sering terlibat dalam kegiatan keagamaan. Dari sana, Kiran bertemu dengan mahasiswa dan majelis Islam yang dipimpin oleh Abu Darda.

Lambat laun, kehidupan keras mulai menghimpit Kiran saat ekonomi keluarganya sedang tidak baik-baik saja, ditambah kondisi kesehatan sang ayah yang menurun. Alhasil, Kiran harus berjuang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan menghemat pengeluarannya.

Saat dirinya sedang berjuang untuk menyelesaikan kuliah dan menghemat pengeluaran, Kiran dipinang oleh Abu Darda untuk menjadi istrinya. Namun, dia merasa ragu dan memutuskan untuk menolak pinangan tersebut.

Konflik dimulai saat semua orang mulai menyudutkan Kiran dan keputusannya. Ditambah lagi, orang-orang yang selama ini dianggapnya sebagai rekan, berbalik arah dan menghujat hingga mengancamnya dengan keras.

Cobaan demi cobaan pun menghantam Kiran dan muncullah pertanyaan di benaknya, “Tuhan, mengapa Engkau jahat kepada saya?”

Dari semua ujian hidup yang menghampirinya, akankah Kiran dapat bertahan? Akankah dia menemukan jawaban atas pertanyaannya selama ini?

Kekecewaan terhadap Kemunafikan Manusia

Perjalanan spiritual Kiran bermula saat dia merasa kecewa atas sikap manusia yang menurutnya munafik. Manusia-manusia munafik itu hanya berkata seolah suatu hal adalah kebenaran, tetapi perilaku mereka berbeda dengan apa yang diucapkan.

Halaman:

Editor: Iswan Dukomalamo

Sumber: ANTARA


Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah