Upaya Pompa dalam Pertanian Modern, Kementan Percepat Masuknya Listrik di Area Persawahan

- 14 April 2024, 20:05 WIB
Petugas PLN berpatroli di sekitar area persawahan.
Petugas PLN berpatroli di sekitar area persawahan. /ANTARA/HO-Humas Kementan/

WARTA TIDORE - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) sedang berupaya untuk mempercepat masuknya listrik ke area persawahan guna menyediakan energi yang diperlukan untuk mengoptimalkan sistem pompanisasi dalam pertanian yang telah mengalami modernisasi dan mekanisasi.

"Untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian modern, kita membutuhkan energi yang efektif dan efisien. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk membawa listrik ke area persawahan. Kami sedang mendorong percepatan ini," kata Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Suwandi, dalam keterangan di Jakarta pada Minggu, 14 April 2024.

Suwandi menyatakan, pengalaman di lapangan menunjukkan bahwa petani merasa lebih hemat menggunakan listrik daripada menggunakan bahan bakar minyak atau gas untuk keperluan budidaya di sawah.

"Dibandingkan dengan energi lainnya, seperti bahan bakar minyak, gas, penggunaan listrik lebih hemat dan efisien," ujar Suwandi.

Dia juga menyebutkan bahwa energi surya belum begitu luas digunakan di kalangan petani.

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, telah mengarahkan agar mekanisasi pertanian menggunakan tenaga dan sumber energi yang lebih murah dan mudah didapat, terutama dari listrik.

"Sejalan dengan arahan Menteri Pertanian, kami berupaya untuk mengembangkan Listrik Masuk Sawah (LMS) atau Program Gerakkan Listrik Masuk Sawah (Gelisah) di beberapa daerah," tambah Suwandi.

Suwandi memberikan contoh program listrik masuk sawah yang berhasil diimplementasikan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, yang telah mengembangkan lebih dari 17.000 sumur submersible untuk mengairi lahan kering.

Program serupa juga dilakukan di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah, dengan lebih dari 23.000 sumur submersible untuk meningkatkan indeks pertanaman hingga IP300 bahkan IP400 di ribuan hektar lahan.

Halaman:

Editor: Iswan Dukomalamo

Sumber: ANTARA


Tags

Artikel Pilihan

Terkini

Terpopuler

Kabar Daerah